Minggu, 12 April 2020

,

Coffeelense Coffee Brewery: Lezatnya Poached Egg Katsu di 'Warung Bi Eem'



Berkat film Dilan, kafe di Bandung ini menarik perhatian untuk dikunjungi. Populer dengan nama Warung Bi Eem, ada aneka menu dengan harga terjangkau di sini.
Bagi kamu yang sudah menonton trilogi film Dilan dan Milea pasti sudah tidak asing dengan Warung Bi Eem. Warung yang dalam film dijadikan sebagai tempat nongkrong anak SMA itu menjadi tempat bersejarah bagi Dilan dan Milea.
Warungnya bergaya rumah jadul tahun 90-an. Dengan cat dinding berwarna biru telur asin yang sangat ikonik. Rupanya, di dunia nyata Warung Bi Eem merupakan sebuah kafe yang juga jadi tempat nongkrong anak millennial di Bandung.
Kafe tersebut memiliki nama Coffeelense Coffee Brewery, lokasinya berada di Jalan Panaitan, Bandung. Semenjak dipakai sebagai lokasi syuting film Dilan, kafe tersebut semakin ramai pengunjung. Apalagi penampilan depan kafenya yang sama sekali tidak diubah sehingga suasana 'Warung Bi Eem' masih sangat terasa.
Kafe tersebut menjadi populer. Saking populernya sering dijadikan destinasi wisata kuliner oleh para wisatawan dari kota-kota lain. Kami pun ikut penasaran untuk mengunjungi kafenya. Benar saja, ketika menginjakkan kaki di sana seperti masuk ke dalam film Dilan itu sendiri.
Hanya saja, ketika kamu masuk ke bagian dalam itu agak sedikit berbeda. Di dalamnya sudah ditata seperti layaknya kafe. Dengan penempatan meja dan kursi kayu. Ada tiga area untuk pengunjung di sana, indoor dan outdoor yang terbagi menjadi dua tempat.
Supaya suasana dalam film Dilan dapat terasa, kami memilih duduk di area outdoor. Sehingga bisa melihat potret Warung Bi Eem seperti yang ada di dalam film aslinya.
Untuk menunya, Coffeelense Coffee Brewery menawarkan aneka makanan berat seperti nasi goreng, pasta, rice bowl dan lainnya. Selain itu juga ada camilan hingga aneka minuman. Pilihan kami kemudian jatuh pada menu Poached Egg Katsu (Rp. 30.000) yang merupakan salah satu menu favorit di sana.
Coffeelense Coffee Brewery: Lezatnya Poached Egg Katsu di 'Warung Bi Eem'
Penampilannya menu makannya sangat cantik dan terlihat mewah. Satu porsi diisi dengan chicken katsu, kentang goreng dari poached egg yang disajikan secara bertumpuk. Kemudian, disiram dengan saus barbeque yang aromanya harum.
Ternyata saus BBQ nya gurih enak. Cocok sebagai saus untuk chicken katsu dan kentang goreng ini. Rasanya semakin nikmat begitu poached egg dikoyak, kuning telur setengah matang itu langsung lumer melapisi semua isian. Manis dan creamy tanpa aroma amis sedikitpun.
Kentang gorengnya dipotong tebal-tebal dan rasanya pun empuk. Begitu pula dengan chicken katsunya yang juga tebal. Rasa saus barbeque yang diberikan secara royal itu meresep hingga ke bagian daging katsunya. Menariknya lagi, dagingnya juga juicy.
Nah, usai makan yang gurih enaknya ditutup dengan camilan yang manis. Camilan manis yang kami pilih, Fried Banana Brown Sugar (Rp. 20.000). Berupa pisang goreng yang dibuat dari pisang uli. Pisang uli itu kemudian dipotong kecil-kecil dan digoreng.
Coffeelense Coffee Brewery: Lezatnya Poached Egg Katsu di 'Warung Bi Eem'
Untuk satu porsinya diisi dengan 4 potong pisang goreng. Uniknya pisang goreng tersebut diberi taburan kacang tanah bubuk, brown sugar dan es krim vanilla serta strawberry segar.
Pisang goreng disajikan di atas talenan. Karena dikombinasikan dengan bebarapa pelengkap, rasa pisang gorengnya menjadi berbeda. Ada manis, gurih dan kecut segar yang berpadu dengan sempurna dalam satu gigitan. Kacang bubuknya terasa renyah gurih.
Jangan lupa juga untuk memesan Kyoto (Rp. 22.000). Diberi nama Kyoto karena terinspirasi dengan kota Kyoto yang penuh sejarah di Jepang. Bukan hanya namanya saja yang terinspirasi dari Jepang, tetapi juga racikannya.
Coffeelense Coffee Brewery: Lezatnya Poached Egg Katsu di 'Warung Bi Eem'
Kyoto tersebut dibuat dari perpaduan espresso, susu dan matcha yang komposisinya sangat pas. Untuk membuat racikan yang pas mereka perlu waktu yang lama hingga akhirnya mendapatkan rasa pas seperti saat ini. Aroma kopi dan matcha tercium wangi. Rasa kopi dan matcha sama-sama seimbang. Selain itu juga ada menu Matcha Latte yang sama-sama enak dengan rasa matcha yang begitu kental.
Buat kamu yang berniat mengunjungi Bandung dalam waktu dekat, kafe ini bisa jadi referensi tempat nongkrong yang seru. Karena berada di dalam komplek, suasananya pun terasa tenang dan nyaman. Dan jangan lupa berfoto di depan kafenya ya!
Coffeelense Coffee Brewery
Jl. Panaitan No. 22
Sumur Bandung, Bandung
Telepon: 0812-1855-4713
Jam Buka: 14.00 - 22.00
Continue reading Coffeelense Coffee Brewery: Lezatnya Poached Egg Katsu di 'Warung Bi Eem'

Minggu, 05 April 2020

,

Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum



Sajian sop daging selain kaya nutrisi juga enak dinikmati saat hangat. Kuah kaldu dan dagingnya yang gurih makin enak ditambah sambal.

Semangkuk sop dengan daging empuk dan kuah kaldu bening yang gurih bisa dinikmati ke kedai Sop Sapi Gosyen. Kedai yang berlokasi di Kedoya, Jakarta Barat ini menawarkan aneka hidangan sop daging yang siap memanjakan selera.

Benar saja, meskipun kami baru tiba di area parkir kedai ini, hidung sudah digoda dengan aroma gurih kaldu daging yang mengepul dari panci rebusan sop. Semakin dekat area makan, aromanya semakin menusuk-nusuk hidung dan seolah terus menggoda agar kami cepat memesan semangkuk sop.

Melirik daftar menu, ternyata kedai ini memang spesialis menyajikan aneka sop daging sapi. Beberapa menu serba daging bisa jadi pilihan antara lain Sop Daging Tetelan, Sop Iga Sapi, Sop Buntut Sapi, Sop Campur dan Sop Tulang Sumsum. Pokoknya buat pencinta daging sapi terutama sop harus ke sini.
Kami memesan beberapa menu andalannya yakni Sop Iga, Sop Campur dan Sop Sumsum. Sop Iga Sapi (Rp 38.000) disajikan panas mengepul. Disajikan dalam mangkuk putih bergaris merah sop ini berisi tiga potong iga sapi, wortel, kentang dan taburan bawang goreng serta irisan daun bawang. Tampilan seperti sop iga rumahan.

Sluurp! Kuah kaldu yang aromanya sejak awal menggoda kami ini ternyata memang memiliki rasa gurih kaldu sapi yang dominan. Selain itu ada juga jejak rasa aneka rempah. Tampaknya kuah kaldu dimasak dengan tambahan cengkeh, biji pala hingga kayu manis. Penggunaan rempah yang pas, membuat kuah kaldu lebih kaya rasa namun tidak membuat keruh.
Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum

Puas mencicip kuahnya, kami mencoba mencungkil bagian dagingnya. Wuiih ternyata daging iga ini punya tekstur super empuk. Bentuk daging memang utuh namun ketika dipotong dengan sendok, serat daging langsung terpisah. Demikian juga ketika kami mengunyahnya. Empuk juicy!

Ditambah sambal dan air perasan jeruk limau yang memang disajikan terpisah, rasanya semakin mantap. Sambal rawit merah yang jadi pelengkap ini tipe sambal super pedas, bagi pencinta kuliner pedas dijamin lidah akan terpuaskan.

Tak beda jauh dengan Sop Campur (Rp 60.000) yang bisa jadi pilihan buat yang galau memilih isian. Sop campur disajikan dengan isian buntut sapi, iga sapi, daging, tetelan dan kikil. Porsinya juga lebih banyak dan komplet.

Tak berbeda dengan daging iga yang sudah kami coba sebelumnya, semua daging Sop Campur ini juga punya tekstur empuk. Potongan buntut sapi ukuran sedang ini punya daging tebal yang empuk gurih.
Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum

Kenyalnya tetelan dan kikil sapi juga menjadi daya tarik yang boleh dilewatkan. Karena porsinya lumayan banyak, Sop Campur ini bisa disantap hingga 2 orang. Tapi kalau sanggup menyantapnya sendiri, dijamin perut puas terisi.

Kami tak melewatkan Sop Tulang Sumsum (Rp 70.000). Menu yang satu ini langsung menyita perhatian karena disajikan dengan tulang sumsum ukuran besar. Potongan daging sapi, wortel dan kentang tetap menjadi pelengkap pada menu yang satu ini.

Tak mau menunggu dingin, kami langsung mencungkil sumsum yang ada di rongga tulang kaki ini. Tak perlu khawatir kesulitan, kami diberikan sedotan besar untuk menyeruput lembut gurih sumsum. Slurrrp!
Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum

Wah nikmat sekali sensasi menyeruput sumsum dari dalam sela tulang. Tambahkan kuah lagi agar sumsum mudah dinikmati. Sayangnya, rongga tulang sumsum ini cenderung dangkal jadi isi sumsumnys tak terlalu banyak.

Semua sop daging ini paling pas dinikmati dengan seporsi nasi putih hangat. Wah siap-siap gagal diet!

Selesai makan, kami tergelitik untuk bertanya soal rahasia empuknya daging pada sop ini. Koh Ifong, salah satu pemilik yang kami temui di kedai mengatakan tekstur empuk ini diperoleh dari teknik memasaknya.

"Kami tidak pakai presto, ini empuknya memang asli karena direbus lama. Dagingnya ini direbus 2 jam, jadi kaldunya keluar dan dagingnya juga empuk," ujar Koh Ifong.
Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum
Puas menikmati aneka sop daging, saatnya kami membilas mulut dengan semangkuk Es Taiwan (Rp 30.000). Es campur ini disajikan komplet dengan berbagai topping.

Es serut yang sudah diguyur gula cair, sirup dan susu kental manis disajikan dengan potongan buah semangka, melon, buah naga, mangga kacang merah, kacang hijau, cincau hitam dan strawberry. Manis segar es Taiwan ini sukses membilas mulut yang sebelumnya agak terasa berlemak usai menyantap sop daging.

Sop Sapi Gosyen
Jl. Panjang No. 9A
Kedoya Selatan, Jakarta
Continue reading Sop Sapi Gosyen : Sluurp! Gurihnya Sop Daging dan Sop Sumsum