Minggu, 22 Desember 2019

,

Soto Kudus Jaya : Jajan Soto Kudus di Warung Berusia 29 Tahun



Racikan soto kudus bisa dibilang paling sederhana dibanding soto lain. Tapi kuahnya yang bening dan gurih justru jadi daya tarik yang menggoda.

Mencari kedai soto Kudus legendaris di Jakarta memang susah-susah gampang. Salah satu yang legendaris ada di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Kedai dengan nama Soto Kudus Jaya ini diketahui sudah berdiri sejak tahun 1991.

Dahulu kedainya sederhana, hanya sebuah warung di pinggir jalan. Sejak mengalami renovasi pada 2016 lalu, warung ini menjadi lebih besar dan nyaman. Meskipun berbeda tampilan kedai, tapi pemiliknya menjamin rasa soto Kudusnya akan tetap sama.

mencicipi kembali kelezatan soto Kudus di sini. Sebelumya sekitar tahun 2009 kami pernah mencicip soto Kudus ini dan rasanya memang sedap. Kini dengan tampilan kedai yang baru, ternyata rasa sotonya tetaplah sama.

Kami tak punya banyak pilihan menu, karena di kedai ini memang hanya menyediakan soto Kudus saja. Seporsi soto Kudus campur dan seporsi soto Kudus pisah sudah tersaji hangat di depan meja kami. Aromanya gurih lembut dan tidak terlalu menyengat.

Kalau biasanya soto Kudus disajikan dalam mangkuk porselin China mungil, di sini memakai mangkuk sedang dari porselin putih. Juga tak memajang angkringan soto di depannya. Kuah kaldunya bening terlihat menggenang di mangkuk. Isiannya suwiran daging ayam, daun seledri dan bawang goreng menyembul di permukaan kuah kaldu.

Isian soto Kudus tidaklah banyak, hanya terdiri dari tauge dan irisan daging ayam kampung. Sementara untuk soto campur, penampilannya lebih menggoda karena isiannya terlihat lebih banyak dengan adanya tambahan nasi.

Slurrp! Kuah hangat soto Kudus menjejak di lidah kami. Rasanya dominan gurih khas kaldu ayam, ditambah sedikit sensasi rasa asin. Kami menambahkan sambal, sedikit air perasan jeruk nipis dan kecap manis sebagai pelengkap. Sambalnya berwarna merah bukan gerusan cabai rawit merah seperti soto Kudus umumnya.

Puas mencoba kuahnya, kami menikmati isiannya. Tauge teksturnya renyah namun layu sehingga tak berbau mentah. Dan jagoannya yakni irisan daging ayam kampung yang disajikan berlimpah.

Daging ayam terasa tekstur padat dan agak keras, ini memang jadi ciri khas daging ayam kampung. Rasanya gurih tanpa aroma amis sedikitpun.

Soto Kudus kurang lengkap kalau tak disantap dengan pelengkapnya. Ada ati ampela goreng, perkedel, tempe dan tahu goreng, sate kerang hingga otak sapi goreng. Ada juga aneka kerupuk renyah yang siap menjadi pelengkap.

Seporsi soto Kudus campur dibanderol dengan harga Rp 18 ribu, sementara soto Kudus pisah harganya Rp 23 ribu. Menu pelengkapnya dibanderol dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 9.000.

Meskipun gagraknya bukan soto Kudus asli, tapi soto Kudus legendaris yang sudah berusia 29 tahun ini patut dicoba. Kedai soto Kudus Jaya ini buka mulai pukul 08.00 - 20.00 WIB.

Soto Kudus Jaya
Jl. D.I Panjaitan By Pass
Cipinang Besar, Jatinegara
Jakarta Timur
Telepon : 081318945316


Continue reading Soto Kudus Jaya : Jajan Soto Kudus di Warung Berusia 29 Tahun

Minggu, 15 Desember 2019

,

Warung Sate Pak Nur : Nyam! Sedap Mantap Tongseng Kambing Khas Solo



Seporsi tongseng kambing di tempat ini bisa jadi pilihan buat makan siang. Berempah hangat dengan daging kambing juicy. Mantul!

Setiap kali melewati kawasan Pedurenan, Jakarta Selatan, selalu tercium aroma gurih dari tongseng di warung makan bernama Warung Sate Pak Nur. Sesuai namanya, warung makan ini merupakan usaha milik Pak Nur yang kini telah tiada.

Meskipun begitu, kelezatan tongseng kambing khas Solo ini masih dilanjutkan oleh anaknya yang kini menjadi penerus. Warung Sate Pak Nur terkenal kondang enaknya sejak tahun 2010.


Maka tak heran rasanya sudah tidak diragukan lagi. Menurut sang penerus, Hari, warung sate bawaan mendiang Pak Nur ini awalnya berpindah-pindah tempat karena alasan tertentu. Namun, kini sudah menetap di daerah Pedurenan, Jakarta Selatan. Bahkan warung sate tersebut memiliki dua cabang.



"Sekarang udah punya dua cabang, di sini dan satu lagi di dekat Mall Ambassador. Gak jauh sih dari sini," tutur Hari.

Warungnya sangat sederhana, dengan 3 meja dan beberapa bangku. Cukup buat menampung sekitar 12 pengunjung. Area makannya juga berdekatan dengan gerobak khas tongseng kambing tempat untuk meracik tongsengnya.

Terdapat beberapa menu olahan daging kambing dan daging ayam yang bisa dipilih. Mulai dari menu sate daging, nasi goreng daging, tongseng daging, gule, hingga sop daging. Hari mengatakan kebanyakan pengunjungnya memesan tongseng kambing dan sate kambingnya.

Tak mau berlama-lama kami akhirnya memesan kedua menu tersebut. Kebetulan di warung tersebut hanya ada Hari saja, karenanya waktu penyajian agak sedikit lama. Meskipun begitu terbayar dengan nikmat gurih tongseng kambingnya yang dibanderol dengan harga Rp. 18.000.

Tongseng kambing di sini dimasak dengan menggunakan tungku tradisional atau anglo dengan api arang. Jadi mirip dengan tongseng di Solo. Semua dimasak dadakan saat dipesan. Tongseng sebenarnya varian dari olahan sate. Karena berupa tumisan bawang merah dan bawang putih serta daging kambing yang biasanya diambil dari sate. Lalu diguyur kuah gule dan ditambahkan irisan kol dan tomat. Setelah semuanya mendidih dan matang baru disajikan panas mengepul bersama nasi putih.


Aroma wangi semerbak bumbu gule dan bawang tercium sedap. Berkuah kuning kecokelatan kental dengan isian daging kambing, kol, dan potongan tomat hijau. Kuah gulenya segar dan sedap karena tidak terlalu kental.

Tongseng kambing di sini sangat terasa kuat bumbu gulenya. Medhok Solo. Rasa gurih dari kuah dan manis dari kecap berpadu dengan sempurna. Apalagi daging kambingnya yang sangat empuk ditambah kol dan tomat yang renyah.

Menikmati tongseng kambing belum lengkap jika tidak dibarengi dengan sate kambing berbumbu kecap yang juga khas Solo. Karenanya kami memesan seporsi sate kambing (Rp. 35.000) dengan isian sebanyak 10 tusuk. Seporsi sate kambing disajikan dengan potongan tomat, bawang merah, irisan kol dan sambal.

Untuk potongan dagingnya cukup royal. Bumbu kecapnya hanya diberikan saat proses pembakaran satenya saja. Ketika disajikan dalam piring, bumbu kecapnya hanya diberikan sedikit. Meskipun begitu, rasa bumbunya meresap hingga ke lapisan daging kambingnya.

Warung Sate Pak Nur ini selalu ramai kala waktu makan siang. Mayoritas pembelinya adalah orang kantoran karena memang lokasi warung ini berada di sekitar kantor-kantor. Begitupun dengan masyarakat yang bermukim dekat warung makan ini. Namun, mereka selalu memesan menu di sini untuk dibawa pulang.

Semangkuk tongseng kambing dengan porsi terbilang banyak dan potongan daging yang royal pada satenya wajib dicoba. Apalagi harganya yang ditawarkan pun sesuai dengan porsinya.

Jika kamu tertarik mencoba, disarankan untuk memesan satu porsi tongseng dan sate kambing untuk dinikmati berdua. Kecuali kalau lapar berat atau kangen dengan tongseng khas Solo yang mantap rasanya.

Warung Sate Pak Nur
Jl. Karet Pedurenan No. 45A
Kuningan, Jakarta Selatan
No Telepon : 081226295689
Jam Buka : 11.00 - 22.00


Continue reading Warung Sate Pak Nur : Nyam! Sedap Mantap Tongseng Kambing Khas Solo

Minggu, 01 Desember 2019

,

Ayam Afrika: 24 Jam Bisa Makan Kambing dan Ayam Goreng Afrika di Sini




Terletak di daerah Menteng, ada tempat makan ayam goreng yang unik dan buka selama 24 jam. Dari ayam hingga kambing goreng ala Afrika enak ada di sini.

Di Jalan Kebon Sirih, ada tempat makan sederhana yang sudah populer sejak dulu. Namanya Ayam Afrika, dan menu yang ditawarkan juga sederhana, ada ayam, kambing, hingga ikan goreng yang ditaburi irisan bawang bombai goreng di atasnya.

Tempat makan ini berdiri sejak awal 2003. Berawal dari resep ayam goreng Afrika, yang didapat pemilik tempat makan dari teman-temannya yang asli orang Afrika. Hidangan ayam goreng ini kini sudah memiliki banyak penggemar.

Penasaran dengan cita rasa ayam goreng ini, kami pun memesan Nasi Ayam Afrika (Rp 20.000). Pelayanannya cepat, meski pun pengunjungnya ramai. Sekilas tampilan ayam Afrika ini mirip seperti ayam goreng pada umumnya, hanya saja ciri khasnya terletak pada taburan irisan bawang bombai di atasnya.

Bawang bombai ini lah yang menjadi ciri khas dari ayam goreng di Afrika. Namun untuk menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia, bawang bombai yang aslinya disajikan mentah, di Ayam Afrika disajikan menjadi bawang bombai goreng yang gurih.

Potongan ayam gorengnya cukup besar, karena mereka menggunakan potongan ayam negeri, yang diolah dengan panci bertekanan hingga tekstur daging tak alot, dan lebih empuk. Agar rasanya lebih enak, ayam ini digoreng garing dan berpadu sempurna dengan rasa gurih manis dari irisan bawang goreng bombai yang melimpah di atasnya.


Rasa enak dari ayam Afrika ini juga tak lepas dari sambal khas tempat makan ini. Karena ada sambal biasa, dan ada juga sambal yang dicampur dengan kemiri, bawang putih, cabai hijau, dan sedikit paprika yang sudah dihaluskan. Karenanya rasa pedasnya ini seimbang, dan tentunya membuat rasa sambal berbeda dengan sambal ayam goreng lainnya.


Tak hanya ayam goreng, di sini juga menyediakan Nasi Kambing Afrika (Rp 50.000). Karena dulunya, tempat makan ini fokus menyajikan hidangan kambing hingga sop kambing. Di sini potongan daging kambing bagian leher yang sudah dipresto, membumbung tinggi dengan baluran bawang bombai goreng di atasnya. Aroma harum dari bawang bombai ini mengurangi aroma prengus dari daging kambing.

Meski ukurannya besar, tapi daging kambing ini tidak alot, cukup empuk dan tidak sulit dilepaskan dari tulang. Cukup dicocol dengan sambal dan tambahan bawang bombai, serta nasi putih, dijamin rasanya bikin nagih dan membuat kita tak bisa berhenti makan.

Porsi daging kambing yang besar ini, bisa untuk porsi makan dua orang. Bisa juga dijadikan menu tambahan saat makan ayam goreng Afrika.

Oh ya, semua ayam goreng di sini disajikan secara segar. Karena Ayam Afrika selalu menyajikan ayam goreng dan kambing yang diolah hari itu, jadi selain rasanya enak, harganya yang terjangkau, makanan di sini juga punya kualitas terjamin.

Nah, bagi yang lapar di malam hari. Bisa langsung menyambangi Ayam Afrika, karena setiap harinya mereka buka selama 24 jam penuh. Bisa juga pesan lewat aplikasi online.

Ayam Afrika
Jl. Kb. Sirih Tim. Dalam No.02.
Menteng, Jakarta Pusat.
Telp: 0815-8686-1692


Continue reading Ayam Afrika: 24 Jam Bisa Makan Kambing dan Ayam Goreng Afrika di Sini